Pelaksanaan Isolasi Mandiri Harus Berdasarkan Pengawasan

KLIKQQ , Pelaksanaan Isolasi Mandiri Harus Berdasarkan Pengawasan –  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, untuk pasien Covid-19 dengan status tanpa gejala dapat isolasi di rumah ataupun lokasi milik pemerintah. Seperti halnya di Wisma Atlet ataupun lokasi yang telah ditetapkan.

“Intinya bahwa setiap warga yang terpapar dan terinfeksi Covid-19, dia harus isolasi mandiri. Ini bisa dikerjakan sendiri atau isolasi lewat fasilitas pemerintah,” kata Anies di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2020).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyatakan, isolasi di rumah juga harus tetap berdasarkan pengawasan dan pengendalian dari fasilitas kesehatan setempat atau Puskesmas.

“Jadi pilihannya satu ditempatkan di fasilitas ada Wisma Atlet dan kemudian juga ada tempat-tempat lain yang sudah disiapkan,” ucap Anies.Sementara itu, untuk menambah tempat tidur isolasi pemerintah pusat telah berkolaborasi dengan dua hotel di Jakarta yang dapat digunakan masyarakat secara gratis.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DKI Jakarta Fify Mulyani menyatakan, kedua hotel tersebut berlokasi di Jakarta Barat dan Jakarta Utara dan sudah mulai menerima pasien pada Minggu (27/9/2020).

“Saat ini sudah dibuka dua hotel yaitu Ibis Style Mangga Dua dan U Stay Mangga Besar. Memang biayanya ditanggung pemerintah pusat,” kata Fify dalam video Youtube BNPB, Senin (28/9/2020).

Pelaksanaan Isolasi Mandiri

Dia menjelaskan kedua hotel tersebut memiliki kapasitas tempat tidur yang berbeda. Untuk Hotel Ibis mampu menampung 212 pasien dan hanya menampung warga wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur.

Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan 166 kamar bagi pasien positif Covid-19 dengan kategori orang tanpa gejala (OTG). Jumlah tersebut tersebar di tiga lokasi yang berdasarkan Kepgub yaitu; Jakarta Islamic Center (JIC), graha wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan Graha Wisata Ragunan.

Rincian dari jumlah kamar yang tersebar di tiga lokasi yaitu, JIC 52 kamar, Graha wisata Ragunan 66 kamar, Graha wisata TMII 48 kamar.

Rapid Test Antigen Bisa Digunakan di Indonesia

Juru Bicara Satuan Tugas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito menilai bahwa Indonesia dimungkinkan bisa menggunakan rapid test antigen.

Menurut Wiku, hasil dari rapid test antigen dapat keluar hanya dalam hitungan menit saja.

“Tentunya alat ini bisa digunakan sesuai yang direkomendasikan WHO, dan bisa menggantikan rapid test antibody,” kata Wiku seperti yang disiarkan dari kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Selasa, 29 September 2020.

Tinggalkan Balasan