Klaster Perusahaan Semarang Jadi Perhatian Serius

KlikQQ – Pemerintah Kota Semarang mengungkapkan klaster baru Covid-19 di tiga perusahaan di wilayah Ibu Kota Jawa Tengah itu. Klaster perusahaan Semarang itu kini menjadi perhatian serius pemerintah setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam di Semarang, Minggu mengatakan klaster perusahaan Semarang di tiga lokasi itu relatif besar.

“Ada tiga perusahaan dari hasil pengujian yang dilakukan,” katanya sebagaimana dikutip Antara, tanpa menjelaskan detail ketiga perusahaan itu.

Ia hanya menjelaskan dari tiga klaster perusahaan Semarang itu, masing-masing ditemukan 47 kasus, 24 kasus, serta sekitar seratusan kasus positif. Dengan demikian jika ditotal mencapai lebih dari 150 kasus klaster perusahaan Semarang.

Hakam menyatakan tim gugus tugas Semarang telah melakukan penelusuran terhadap dugaan penularan corona di klaster perusahaan Semarang.

Penyebab klaster perusahaan Semarang di tiga tempat itu muncul, kata dia, akibat protokol kesehatan tidak diterapkan lingkungan kerja.

Hakam mengatakan operasional di lokasi usaha yang menjadi klaster perusahaan Semarang tersebut ditutup selama 14 hari.

Ia mengatakan Pemkot Semarang akan terus melakukan uji cepat maupun tes usap secara masif di tempat-tempat keramaian.

Hingga saat ini, lanjut dia, sudah sekitar 2,8 persen penduduk Kota Semarang yang dites, baik melalui uji cepat maupun tes usap.

Dikutip dari situs pemantau angka reproduksi Corona, Bonza, Jawa Tengah masih menjadi provinsi dengan tingkat Rt tertinggi di Indonesia, yakni 1,57.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar mengakui masih ada sejumlah wilayah dengan tingkat penyebaran Corona tinggi. Tiga wilayah zona merah atau risiko tinggi persebaran Virus Corona yang jadi sorotannya adalah Semarang, Demak, dan Jepara.

“Untuk risiko tinggi kita konsen ke Semarang, Demak, dan Jepara. Ini pantauan kita,” ujar Ganjar saat menyampaikan laporan penanganan Covid-19 di depan Presiden Joko Widodo di Semarang, Jateng, Selasa (30/6).

Selain wilayah tersebut, Ganjar juga fokus pada penanganan Corona di wilayah yang termasuk Semarang Raya yakni Kendal, Kabupaten Semarang, dan Salatiga.

“Kita tak bisa lepas dari Semarang Raya; ada Semarang, Kendal, Demak, Kabupaten Semarang, Salatiga. Kami bantu bupati, wali kota, karena mereka pasukan di depan untuk amankan daerah masing-masing,” katanya.

Kota Semarang pada pekan lalu menjadi wilayah dengan kasus positif terbanyak di Jateng dengan 583 kasus. Dari jumlah tersebut, 136 orang meninggal dunia dan 568 dinyatakan sembuh. Sedangkan Demak 210 kasus dan Jepara 168 kasus.

Pada acara yang sama, Presiden Joko Widodo meminta seluruh kepala daerah untuk dapat mengatur penanganan kasus Covid-19 dan menyeimbangkannya dengan perhatian terhadap ekonomi lewat pola “gas rem”.

“Saya harapkan gas remnya benar-benar diatur. Jangan sampai ekonominya bagus tapi Covid-nya naik. Bukan itu yang kita harapkan. Apalagi Covid-nya turun, ekonominya tambah turun”, ungkap dia.

Tinggalkan Balasan