Kesedihan Mendalam Ditinggal Orang yang Dicintai Bisa Berefek bagi kesehatan

Kesedihan Mendalam Ditinggal Orang yang Dicintai Bisa Berefek bagi kesehatan

Kesedihan Mendalam Ditinggal Orang yang Dicintai Bisa Berefek bagi kesehatan

Netizen99.net – Semua orang pasti pernah merasakan kehilangan yang luar biaas ketika ditinggal orang tercinta karena meninggal dunia.Namun, duka yang mendalam bisa menimbulkan efek buruk bagi tubuh.

KLIKQQ – Melansir dari Netizen99.net, beberapa orang dengan rasa kehilangan yang luar biasa ini bisa menimbulkan berbagai macem keluhan penyakit, seperti sakit perut, kehilangan nafsu makan,susah tidur hingga sakit kepala berkepanjangan.

Ada pula orang yang merasakan kesedihan mendalam mengalami kesulitan bernapas, dada sesak dan mereka beresiko serangan jantung.

Hal Tersebut bisa terjadi karena kondisi jantung yang rusak dan beraksi terhadap peningkatan hormon stes.

Selama 24 jam pertama setelah kematian orang tercinta dapat meningkatkan resiko mengalami serangan jantung sebanyak 21 kali bagi orang yang merasa sangat kehilangan.

Sebuah studi dilansir dari Netizen99.net, resiko seseorang mengalami serangan jantung akan meningkatkan sebesar 8 kali di minggu pertama kehilangan orang yang dicintai.

Besarnya resiko seseorang mengalami serangan jantung karena kesedihan mendalam akan meningkat selama sebulan. Setelah itu besarnya resiko perlahan akan menurun seiring berjalannya waktu.

“Duka cinta dan kesedihan erat kaitannya dengan meningkat peraaan depresi, kegelisahan dan kemarahan yang memengaruhi tekanan darah dan detak jantung,”kata peneliti studi Elizabeth Mostofsky di unit epidemiologi kardiovaskular kardiovaskular di Pusat Medis Diak beth Israel (BIDMC), Boston.

Para peneliti menguatkan fakta ni denagn mewawancari 2 ribu pasien yang mengalami serangan jantung. Mereka mengungkap apa saja yang menyebabkan perubahan fisiologis yang mengarah pada serangan jantung.

Dr.Murray Mitleman berpendapat kesedihan dapat menyebabkan perubahan fisiologis yang mengarah pada serangan jantung.

Karena itu, seseorang dalam kondisi seperti ini membutuhkan dukungan sosial dari orang terdekat untuk menuurnkan resiko serangan jantung.

Tinggalkan Balasan