Bilik Keselamatan Untuk Tenaga Medis Cegah Penularan Covid-19

Netizen99 –¬†Koordinator Tim Tanggap Covid-19 Rumah Sakit Umum (RSU) UMM, Thontowi Djauhari mengatakan, alat tersebut diproduksi untuk mendukung keamanan para tenaga medis. Sehingga virus dari pasien yang dirawat tidak berpotensi pindah ke tenaga medis saat memberikan pelayanan.

“Dua jenis safety chamber yang kita produksi, yakni separuh badan dan lengkap seluruhnya,” tegas Thontowi Djauhari di RS UMM, Selasa (31/3).

Safety chamber desain separuh badan digunakan untuk memeriksa pasien yang dalam perawatan. Posisi pasien terbaring dengan kepala berada di bagian kotak aman yang dilengkapi lobang seukuran tangan.

Lewat lubang tersebut, tenaga medis dapat mengambil tindakan terhadap pasien tanpa khawatir terjadinya perpindahan virus. “Kalau misal pasiennya batuk, virus terlokalisir. Sementara kalau pasien shock, tangan dokter atau tenaga medis bisa masuk mengambil tindakan,” jelasnya.

Sedangkan desain safety chamber seluruh tubuh digunakan untuk evakuasi atau perpindahan pasien. Sehingga selama perpindahan pasien antar rumah sakit atau mengangkut ke ambulan tidak mengganggu lingkungan.

“Alat ini berbahan fiber yang tidak mahal, hanya butuh modifikasi saja,” tegasnya.

Kata Thommy, demikian biasa dipanggil, alat tersebut diproduksi untuk rumah sakit milik Muhammadiyah. Namun dipersilakan semua pihak untuk menggunakan desain itu untuk diproduksi secara mandiri.

“Kami menyebarkan ke beberapa tempat ya. Boleh (ditiru), kita tidak mau mengambil kesempatan dalam kondisi seperti ini,” katanya.

Alat tersebut diproduksi guna memenuhi kebutuhan keselamatan tenaga medis. Alat tersebut akan menunjang kerja para dokter dan paramedis lain agar tetap aman.

Karena berdasarkan WHO, Covid-19 menular dari manusia ke manusia lain melalui droplet dalam bentuk tetesan air liur atau keluar dari hidung ketika orang yang terinfeksi sedang batuk atau bersin. Alat berbentuk kotak transparan ini digadang mampu meminimalisir penularan.

“Alat ini dibuat untuk menghindarkan tertularnya tenaga kesehatan saat menyentuh dan mendiagnosa pasien terduga Covid-19,” tegasnya.

Namun ditegaskan Thommy, alat tersebut tentunya bukan satu-satunya standar keselamatan yang dipakai paramedis. Karena itu petugas akan tetap menggunakan alat perlindungan diri (APD), seperti yang selama ini banyak digunakan.

Alat ini nantinya akan dilengkapi dengan sejumlah fitur lain untuk lebih meminimalisir peluang penularan. Seperti penambahan alat bantu napas, sehingga pasien tetap merasa nyaman saat dilakukan pemeriksaan di dalam Safety Chamber.

Thommy juga menyampaikan, alat inovasi kesehatan tersebut sangat berguna bagi tenaga kesehatan di tengah pandemi global Covid-19. Perawatannya juga cukup mudah yakni tinggal membersihkan dengan alkohol atau deterjen.

Tinggalkan Balasan