Ahli Ungkap Risiko Migrasi Magma di Gunung Merapi

KlikQQ – Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengatakan proses keluarnya magma dari gunung api yang aktif adalah kejadian biasa

Atas dasar itu, BPPTKG menghimbau masyarakat untuk tidak panik dan resah terhadap berita yang beredar terkait magma Gunung Merapi yang terletak di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta diprediksi bakal segera keluar.

“Masyarakat tidak perlu panik karena proses keluarnya magma adalah kejadian biasa di gunung api yang aktif,” cuit BPPTKG dikutip dari utas akun Twitter BPPTKG, Senin (6/7).

“Gejala migrasi magma dapat diketahui dari data pemantauan, namun tidak dapat dipastikan secara persis kapan magma akan keluar,” lanjut BPPTKG.

Lebih lanjut, BPPTKG mengatakan magma tidak langsung membahayakan masyarakat yang tinggal di sekitar gunung api.

Sebab, tanda bahaya baru akan muncul dan dapat diukur setelah kubah lava terbentuk yang jika runtuh akan menimbulkan awan panas.

BPPTKG pun mengingatkan bahwa jarak bahaya yaitu radius 3 km dari puncak Gunung Merapi dan masyarakat diminta untuk beraktivitas di luar radius tersebut.

“Ingat, rekomendasi dari BPPTKG adalah jarak bahaya dalam radius 3 km dari puncak Gunung Merapi. Di luar radius tersebut, masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa,” tegas BPPTKG.

Sebelumnya, Gunung Merapi juga sempat mengalami erupsi berupa letusan eksplosif, pada Minggu (21/6) pukul 09.13 WIB dan pukul 09.27 WIB. Kedua erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 328 detik dan 100 detik.

Dari CCTV Stasiun Merbabu, teramati tinggi kolom erupsi mencapai kurang lebih 6.000 meter dari puncak. Arah angin saat erupsi ke barat menyebabkan hujan abu di wilayah Kabupaten Magelang dan Kulonprogo.

Kemudian, hujan abu tipis terjauh dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo yang berjarak sekitar 45 kilometer dari puncak Gunung Merapi pada pukul 12.00 WIB.

Tinggalkan Balasan