7 Tips Memperpanjang Usia Makanan

KlikQQ – Masa karantina mandiri yang berbarengan dengan bulan puasa membuat stok makanan harus selalu tersedia. Memperpanjang usia makanan menjadi salah satu cara yang bisa Anda lakukan.

Ada beberapa cara sederhana untuk memperpanjang usia stok bahan makanan yang ada di rumah. Dengan cara ini, Anda tak perlu terlalu sering pergi ke supermarket untuk berbelanja.

Berikut cara mengawetkan atau memperpanjang usia makanan, melansir The Independent.

1. Abaikan label ‘best before dates’
Untuk mengurangi kebiasaan membuang makanan, Anda disarankan untuk tidak terlalu memerhatikan label ‘best before dates‘. Perlu dicatat, tanggal yang dicatat tak merujuk pada tanggal kadaluwarsa.

“Tanggal ini umumnya digunakan oleh penjaga toko untuk merotasi stok mereka dan hanya estimasi dari kesegaran makanan,” ujar Emilie Vanpoperinghe, pendiri salah satu situs jual beli sayur dan buah.

Alih-alih memperhatikan tanggal yang tertera, Vanpoperinghe menyarankan Anda menggunakan alat indera untuk mengetahui keamanan makanan yang dikonsumsi. Anda bisa mencium aromanya, menyentuh, hingga mencicipinya untuk memastikan apakah makanan aman dikonsumsi atau tidak.

2. Cek suhu kulkas
Saat stok sayur dan buah di kulkas dirasa terlalu cepat layu dan busuk, ada baiknya jika Anda mengecek suhu kulkas.

Untuk mengeceknya, Food Standards Agency (FSA) menyarankan Anda untuk menggunakan termometer. Pasalnya, penunjuk suhu yang ada di kulkas sering kali tak akurat dalam membaca suhu. Bagian terdingin kulkas seharusnya berada di suhu kurang dari 5 derajat Celcius.

3. Bekukan makanan
Tak ada salahnya membekukan bahan makanan. Cara ini bisa membuat bahan makanan lebih awet. Rosalind Rathouse, pendiri Cookery School berkata, apa pun bisa Anda bekukan termasuk roti, saus tomat, daging, pasta, sup, dan susu.

4. Tertutup rapat
Simpan beberapa stok bahan pangan dalam wadah tertutup untuk mencegah udara yang masuk. Udara yang masuk dapat memperpendek umur bahan pangan.

Vanpoperinghe menyarankan untuk menyimpan bahan-bahan seperti tepung, kacang-kacangan, buah kering, granola, sereal, dan roti dalam wadah tertutup.

5. Tanam sendiri
Agar stok bahan makanan tersedia, tak ada salahnya jika Anda menanam tanaman sendiri. Anda bisa menanam sayur-sayuran yang biasa dikonsumsi, terutama seperti seledri, daun bawang, ketumbar, dan tanaman-tanaman lain yang biasa dijadikan pelengkap makanan.

6. Pisahkan buah dan sayur
Bagian paling bawah kulkas kerap diisi dengan aneka sayur dan buah. Padahal, menyimpan sayur dan buah akan lebih baik jika dipisahkan.

Kosongkan laci paling bawah kulkas, bersihkan, dan pastikan dalam kondisi kering. Simpan sayuran di dalamnya. Khusus untuk sayuran seperti selada, simpan dalam kontainer tertutup dan lap untuk menyerap kelembapan. Letakkan seledri pada wadah berisi air.

Sedangkan untuk buah, terutama pisang, simpan pada wadah sendiri dan terpisah dengan buah lainnya. Pisang mengeluarkan gas etilen yang membuat buah lain cepat busuk.

7. Memaksimalkan sisa makanan
Jangan buru-buru membuang sisa makanan, Anda bisa memanfaatkannya untuk olahan masakan berikutnya.

Tinggalkan Balasan